Powered by Blogger.

Cerita di blog ku yang lain

setelah berjalan jauh, akhirnya tiba di sebuah sungai.
air sungai mengalir dengan jernih,
suara gemericik menerjang batu-batuan.
pemandangan disekitarnya sangat indah.
banyak pohon-pohon tumbuh dangan subur.
"nah sekarang berendamlah engkau disini. puaskan minum air agar hausmu
hilang," kata pendeta.
sambil meletakkan ketam di pingir sungai.
"oh, terimakasih sang pendeta. tanpa bantuanmu, tentu saya sudah mati
kekeringan," jawab ketam.
ketam segera merangkak berjalan. tak lama kemudian ia mencebur ke
sungai. ia minum sepuasnya, dan berendam di tepi sungai.
karena kelelahan, pendeta lalu beristirahat.
ia duduk di bawah pohon, tidak jauh dari sungai.
punggungnya disandarkan di batang pohon.
lama-kelamaan ia pun mengantuk, akhirnya ia tertidur.
angin berhembus dengan pelan,
semakin membuat pendeta nikmat tidurnya.
ketam melihat dari tempatnya berendam di sungai.
ia merasa sangat kasihan dengan pendeta tua yang menolongnya.
"rupanya sang pendeta kecapaian. tidurnya sangat pulas. biar aku
menjaganya dari sini," kata ketam dalam hati.
suasana di hutan ini sangat tenang.
yang terdengar hanya desau angin, dan kicau burung yang hinggap di
ranting-ranting pohon.
mereka bernyanyi bergembira.
pad saat itu datanglah dua ekor binatang yang paling bersahabat.
rupanya seekor ular dan burung gagak.
keduanya sama-sama berwatak jahat.
setiap hari kedua binatang itu berpergian bersama. ular berjalan
melata di tanah, burung gagak kadang-kadang terbang, dan kadang-kadang
hinggap di tanah.
ular dan gagak sering tolong-menolong dalam mencari makanan. keduanya
membunuh binatang-binatang kecil. ular menggunakan senjata bisa yang
keluar dari mulutnya. burung gagak bersenjatakan paruh yang tajam dan
kuat.
"tidak ada binatang lain yang dapat mengalahkan persahabatan kita,"
ujar si ular dengan sombong. burung gagak mengangguk-angguk.
"hai burung gagak," kata ular.
"sejak pagi kita belum mendapat makanan. perutku lapar sekali. aku
ingi makan yang banyak."
"ya aku juga lapar dan ingi makan," jawab burng gagak.
"nah, kalau begitu bila engkau melihat ada manusia, beri tahu aku.
biar nanti kubunuh dengan bisaku. dagingnya kita makan berdua," ujar
si ular lagi.
"baiklah. sekarang aku akan hinggap di atas pohon. aku akan
melihat-lihat, siapa tahu ada manusia lewat. di hutan ini," jawab
burung gagak.
burung yang jahat itu lalu terbang di di atas pohon. ia melihat ke
kiri-kanan, mengawasi kalau ada manusia lewat di hutan tersebut.


--

**Agung menyimpan data-datanya disini <http://id.scribd.com/agungaryono>,
catatan ini akan membantu anda untuk download atau melihat semua dokumen
milik agung aryono**

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 comments:

Post a Comment